Kamis, 26 November 2021 pukul 13.00 – 15.00 WIB, Program Magister PAUD UPI menyelenggarakan kegiatan visiting profesor dengan narasumber Assoc Prof. Marek Tesar, Ph.D, Associate Professor and the Associate Dean International at the Faculty of Education and Social Work, University of Auckland. Kegiatan ini merupakan rangkaian terakhir dari visiting professor sejak September 2021. Perkuliahan diikuti oleh 150 partisipan yakni mahasiswa, alumni dan umum secara daring melalui aplikasi zoom meeting.
Acara dibuka oleh Host Nadhira Putri Adriana, S. IP yang merupakan salah satu mahasiswa aktif dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Prodi PAUD Magister UPI. Beliau mengucapkan terimakasih kepada narasumber serta peserta yang sudah hadir dalam kegiatan visiting professor ini. Sambutan dilanjutkan dari Direktur Direktorat International Affair (DIA) UPI, Ahmad Buchori Muslim, Ph.D menyampaikan bahwa beliau sangat senang karena pembelajaran anak usia dini berbeda dengan jenjang pendidikan lainnya sehingga diperlukan perhatian khusus dari kita semua.
Pada pertemuan ini Assoc Marek Taesar menyampaikan tentang The Future of Pandemic Education. Beliau menyampaikan bagaimana filosofis tentang anak di masa depan berdasarkan berbagai pandangan di masa pandemic COVID-19. Beliau juga menjelaskan tentang pembelajaran di masa pandemi diantaranya; teknologi bukan menjadi masalah dalam pendidikan, orang tua adalah guru pertama bagi anak, kita membutuhkan tempat, ruang dan kegiatan fisik serta komunitas bekerjasama dalam mendukung satu sama lain. untuk pendidikan Banyak vara lain yang sejarah masa kanak-kanak. Selain itu kita juga perlu membedakan physical distancing dan social distancing. Jangan sampai perkembangan sosial anak terhambat dengan adanya social distancing.
Kesimpulan dari perkuliahan ini adalah pendidikan membutuhkan perhatian baik secara filosofis dan structural; pendidikan daring atau jarak jauh tidak akan menyelesaikan masalah yang ada; kualitas, isi, kebijakan, kondisi, profesionalisme, kemitraan, hak anak, kesiapan sekolah tetap menjadi isu untuk didiskusikan, diteliti dan diimplementasikan; untuk tetap terhubung dan berkolaborasi dengan semua pemangku kebijakan, kebangsaan dan internasional.

Leave a Reply