Kamis, 06 Mei 2021
Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia mengadakan kembali kuliah umum, berkolaborasi dengan Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang dengan tema “Persiapan Pembelajaran Tatap Muka di PAUD Pasca Pandemi COVID-19” via daring melalui platform Zoom dan Live Streaming Youtube PAUD Pasca UPI, hari Kamis, 06 Mei 2021 pukul 09.00-12.00 WIB. Tema ini dipilih karena tidak mudah untuk kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka setelah kurang lebih 1 tahun anak melaksanakan BDR, tentu saja diperlukan persiapan yang matang secara fisik dan psikis dari pihak sekolah maupun di rumah. Acara ini diawali dengan sambutan serta pengenalan Prodi PAUD SPs UPI oleh ibu Dr. Euis Kurniati, M.Pd selaku Ketua Prodi PAUD SPs UPI. Dalam sambutannya beliau menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah membantu sehingga acara ini dapat terlaksana.
Kuliah umum diikuti oleh kurang lebih 470 peserta dari berbagai universitas dan lembaga. Narasumber pada kuliah umum kali ini adalah Ibu Dr. Rita Mariyana, M.Pd sebagai Dosen S2 PAUD SPs UPI. Pada kesempatan ini belau memaparkan materi mengenai persiapan sekolah tatap muka ditinjau dari pengelolaan lingkungan belajar. Dilanjutkan oleh Ibu Ine Nirmala, S.Pd., M.Pd (Kaprodi PIAUD FAI UNSIKA) dengan materi yang lebih fokus pada persiapan pembelajarannya. Kemudian diakhiri oleh Ibu Mirawati, M.Pd (Dosen PGPAUD UPI di Cibiru) yang memaparkan tentang peran orang tua dalam persiapan pembelajaran PAUD pasca pandemi COVID-19 yang dimoderatori oleh salah satu mahasiswa aktif Prodi S2 PAUD SPs UPI yaitu Bapak Asep Munajat, S.Pd. Beliau merupakan seorang pengajar sekaligus Assesor Badan Akreditasi Nasional PAUD dan Pendidikan Non Formal (BAN PAUD dan PNF).
Kesimpulan dari kuliah umum ini adalah sekolah dapat melakukan pembelajaran tatap muka jika sekolah berada di zona hijau, terdapat persetujuan dari orang tua murid, telah memenuhi seluruh daftar periksa yang ditetapkan Kemendikbud dan lembaga lainnya dan mendapat izin untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka yang telah diverifikasi kesiapan oleh Tim Satgas COVID-19 dilengkapi dengan sarana dan prasarana untuk menjalankan protokol kesehatan. Selain sekolah, hal yang paling penting yang perlu dipersiapkan adalah peserta didik. Karena tidak mudah untuk mengembalikan kembali kondisi psikologis, pembiasaan dan pemahaman anak setelah satu tahun belajar di rumah. Disini diperlukan kerjasama antara sekolah dan orang tua. Orang tua dapat menjadi partner lembaga PAUD dengan cara berkomunikasi dalam pendampingan proses belajar anak, mencari dan memahami informasi terkait tugas perkembangan anak serta memastikan kondisi kesiapan dengan tetap melanjutkan kebiasaan baik seperti menjaga kebersihan dan kesehatan.

Leave a Reply