Senin, 31 Mei 2021
Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia mengadakan kembali kuliah umum yang ke empat, berkolaborasi dengan Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Agama Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon dengan tema “Kurikulum Anti Bias di PAUD” via daring melalui platform Zoom dan Live Streaming Youtube PAUD Pasca UPI, hari Senin, 31 Mei 2021 pukul 09.00-12.00 WIB. Tema ini dipilih karena maraknya sikap diskriminatif dalam menyikapi keberagaman termasuk di sekolah. Maka dari itu dibutuhkan kurikulum anti bias yang dapat mendukung keberagaman anak usia dini.
Acara ini diawali dengan sambutan serta pengenalan Prodi PAUD SPs UPI oleh ibu Dr. Euis Kurniati, M.Pd selaku Ketua Prodi PAUD SPs UPI. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa acara campus visit ini merupakan sarana untuk mempererat silaturahmi antara dosen, mahasiswa dan alumni S2 PAUD SPs UPI. Beliau juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu sehingga acara ini dapat terlaksana dengan baik. Dilanjutkam sambutan sekaligus pembukaan kuliah umum oleh Wakil Direktur Bidang Sumber Daya, Keuangan dan Umum Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia, Ibu Prof. Dr. Hj. Ratih Hurriyati, M.P. Dalam sambutannya beliau menyampaikan terimakasih karena Prodi PAUD yang sudah menggunakan fasilitas di Pascasarjana secara maksimal, diharapkan dapat menjadi motivasi Prodi lainnya. Beliau juga menyampaikan terimakasih kepada narasumber yang juga merupakan alumni. Alumni memiliki peranan penting, karena ditangan alumni lah sumber daya dapat digalakan. Semoga menjadi barokah dan amal ibadah untuk semuanya.
Kuliah umum diikuti oleh kurang lebih 250 peserta dari berbagai universitas dan lembaga dengan narasumber Ibu Vina Adriany, M.Ed., Ph.D sebagai Kepala pusat PKPPWA LPPM UPI yang juga merupakan Dozen S2 PAUD SPs UPI. Pada Kuliah umum ini belau memaparkan materi mengenai Kurikulum anti bias di PAUD secara umum. Dilanjutkan oleh Ibu Lutfatulatifah, M.Pd sebagai Dosen IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan Alumni S2 PAUD UPI dengan materi yang lebih fokus pada strategi penerapan kurikulum anti bias di PAUD. Kemudian diakhiri dengan sharing pengalaman dalam mengimplementasikan kurikulum anti bias bersama Kepala Sekolah Kinderfield Cirebon, Ibu Intani Prajaswari, S.IP,M.Pd. Beliau juga merupakan salah satu alumni dari S2 PAUD UPI.
Kesimpulan dari kuliah umum ini adalah kurikulum anti bias merupakan kurikulum yang lebih menekankan anak kepada penghargaan terhadap perbedaan dari latar belakang demografi yang berbeda. Sehingga anak dapat saling menghargai satu sama lain sesuai dengan budaya Indonesia yang beragam. Kurikulum anti bias jarang didiskusikan karena dianggap tidak sesuai dengan pembelajaran dan karakteristik anak yang dianggap terlalu sulit. Pendidik juga terlalu banyak beban administratif sehingga saat kurang mengeksplore hal hal baru termasuk kurikulum anti bias. Melihat masih minimnya materi mengenai keragaman anak usia dini, maka dari itu diperlukan perspektif sosiologi bagi pendidik agar bisa melihat keberagaman yang ada diantaranya disabilitas, ethnisitas/ras, status ekonomi, agama dan gender. Dalam memasukan materi anti bias ke dalam kurikulum PAUD tidak mudah. Namun bisa diawali dari pergurun tinggi, memastikan keterwakilan berbagai jenis anak di media yang digunakan dan pendidik yang bersifat reflektif.

Leave a Reply